This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 06 September 2011

TDWClub - Bertindak Sekarang Juga

Bersama Saya Tung Desem Waringin disini,

Banyak orang belajar dan tidak pernah bertindak maka hasilnya Nol Besar. Banyak orang bertindak dan tidak pernah belajar maka hasilnya cuma begitu-begitu saja dan tidak berkembang. Seperti mangkuk rezeki, kalau Kita tidak pernah belajar untuk memperbesar rezeki Kita maka rezeki yang berlimpah terus tumpah karena mangkuk rezeki Kita tidak bertambah besar. Dan yang paling parah, orang yang tidak belajar dan tidak bertindak. Mereka jadi pengangguran seumur hidup, tertekan, dan hidup menjadi beban orang lain. Dan sekarang, tibalah saatnya Anda untuk bertindak.

Bertindak bukan berarti berhenti belajar. Jadi saran Saya dan Robert Kiyosaki:

1. Berhentilah melakukan apa yang sedang Anda lakukan. Dengan kata lain, ambillah istirahat dan nilailah apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil. Definisi gila adalah melakukan hal-hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda. Berhentilah melakukan apa yang tidak berhasil dan carilah sesuatu yang baru untuk dilakukan.

2. Carilah gagasan atau ide baru. Untuk gagasan investasi yang baru, Saya pergi ke toko buku dan mencari buku-buku tentang topik yang berbeda dan unik. Saya menyebutnya formula. Saya membeli buku-buku praktis tentang formula yang sama sekali tidak Saya ketahui.

3. Temukanlah seseorang yang telah melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Ajaklah mereka makan siang. Mintalah nasihat atau petunjuk dari mereka, cobalah trik-trik kecil perdagangan semacam itu.

4. Ikutlah kursus dan seminar. Saya melihat koran untuk mencari kursus baru dan menarik. Banyak yang gratis atau dengan biaya yang murah. Saya juga menghadiri dan membayar seminar yang mahal mengenai apa yang ingin Saya pelajari. Saya kaya dan bebas dari kebutuhan akan pekerjaan hanya karena kursus-kursus yang Saya ambil. Saya mempunyai teman yang tidak mengikuti kursus-kursus itu dan mereka memberitahu Saya bahwa Saya hanya membuang-buang uang. Dan ternyata, mereka masih pada pekerjaan yang sama.


Semoga bermanfaat,

Tung Desem Waringin
*Penulis Buku Rekor MURI Terlaris di Indonesia “Financial Revolution” dan “Marketing Revolution”

TDWMastery.com - Belajar 360 Hari Bersama Tung Desem Waringin

Sabtu, 20 Agustus 2011

Registrasi Liberty Reserve

Liberty Reserve merupakan salah satu e-currency yang 100% di-backup oleh US Dollar (untuk Account LR-USD), atau oleh emas (untuk Account LR-Gold), dll yang digunakan sebagai alat pembayaran atau alat investasi Anda. Liberty Reserve ini terintegrasi dengan suatu metode pembayaran dalam bentuk rekening/account yang beroperasi secara online, sehingga orang dapat menggunakan Liberty Reserve sebagai pengganti media pembayaran online yang dalam bentuk tunai (uang). Liberty Reserve adalah LEGAL dan memudahkan transaksi di internet. Liberty Reserve adalah instan, real-time mata uang untuk perdagangan internasional. Dalam beberapa menit saja, Anda dapat mengirim dan menerima pembayaran dari siapapun, di manapun di dunia!

Daftar akun di Liberty Reserve relatif mudah. Silahkan ikuti petunjuk berikut:

1. Buka situs Liberty Reserve di browser Anda atau KLIK DISINI, lalu klik Create Account untuk membuat akun baru.


2. Isi text-box yang tersedia mengenai diri Anda.


*Personal Welcome Message adalah pesan selamat datang khusus yang Anda buat agar Anda tahu bahwa situs yang Anda masuki adalah situs Liberty Reserve yang asli, bukan palsu. Anda boleh menulis pesan ini sesuai keinginan Anda.

3. Kemudian tampil halaman yang menginformasikan Login Password, Login PIN, Master Key. Segera simpan ketiga hal ini baik-baik, karena hal ini hanya akan ditampilkan sekali. Login Password, Login PIN, dan Master Key akan sangat Anda perlukan nanti.

4. Buka e-mail yang Anda gunakan untuk mendaftar di Liberty Reserve tadi. Anda akan mendapat sebuah e-mail dari Liberty Reserve yang mengikutsertakan nomor akun Anda (jika di inbox tidak ada, silakan cek di bulk atau spam e-mail).

5. Lakukan langkah selanjutnya/login.
Ketikkan nomor akun Anda dan password, lalu ketik juga kode yang muncul.
Klik Next.


6. Muncul halaman Personal Welcome Message Anda. Cek apakah itu betul pesan yang Anda buat atau bukan, jika ya, klik Continue.


7. Akan tampil halaman yang menunjukkan uang yang Anda miliki di Liberty Reserve, tapi Anda masih belum bisa mengakses akun utama. Untuk bisa mengaksesnya, klik Login PIN, lalu Anda akan dibawa ke halaman Login PIN. Silakan ketik Login PIN Anda, lalu klik Login.



8. Anda akan dibawa ke halaman informasi diri Anda, karena ini adalah akses pertama Anda di akun Liberty Reserve. Silakan isi informasi yang diperlukan sesuai aslinya, lalu klik Submit.
Tanda asterix (*) menunjukkan hal yang wajib Anda isi.



9. Ahirnya.... Tampil halaman utama akun Anda.


10. Untuk mengganti Password, Login PIN, Master Key. Klik menu Setting.




*Hal yang perlu Anda ingat adalah setiap Anda akan mengubah setting atau melakukan transaksi, Anda akan diminta untuk memasukkan Master Key.

Liberty Reserve Referral Program

Ikutilah Liberty Reserve Referral Program!
Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar $0.05 sampai $0.25 dari setiap orang yang berpartisipasi atas arahan yang Anda lakukan

Referred Member
$0.05 for being refered

Referrer
$0.25 for every member You refer

Kami mengundang semua orang untuk mengambil keuntungan dari kesempatan arahan khusus.
Apakah Anda seorang bisnis atau individu setiap orang dapat berpartisipasi dalam program arahan ini.

Ketika Anda mempelajari tentang fitur besar dalam Liberty Reserve, Anda akan ingin untuk memberitahu teman-teman Anda.
Jadi kenapa tidak mendapat bayaran untuk itu? Dapatkan $0,25 untuk setiap referral tanpa batas.
Setiap member yang sign-up menggunakan link referral Anda akan mendapatkan $0,05 dalam account mereka. Semua arahan dibayar secara otomatis setelah berhasil aktivasi account.

Ketika Anda memberi tahu teman-teman Anda atau situs web Anda pengunjung tentang Liberty Reserve, silakan memberikan mereka link berikut:

http://www.libertyreserve.com/?ref = [nomor account]

Contoh:

http://www.libertyreserve.com/?ref=U2990053

Anda mungkin juga menempatkan link ini di dalam suatu Liberty Reserve banner pada situs web Anda.

Setelah pengguna meng-klik pada link ini dan kemudian membuka account Liberty Reserve, Anda menjadi pengarah. Pengguna tidak dapat mengubah siapa pengarah sekali ia menciptakan account-nya. Anda dapat menjadi pengarah sebagai banyak anggota yang Anda inginkan. Anda akan melihat jumlah orang yang dimaksud di dalam account Anda.

Source:
http://www.panduanforex.info
http://caesarcybercommunitymember.blogspot.com

Senin, 15 Agustus 2011

Dinar Emas & Dirham Perak Sebagai Solusi Islam Mengatasi Riba & Inflasi

Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Dalam hal ekonomi atau mata uang-pun Allah dan RasulNya mengajarkan kepada Kita sehingga bisa didapat masyarakat yang sejahtera. Meninggalkannya hanya akan mendapat murka di dunia dan juga diakhirat.

Satu penyebab kemiskinan adalah inflasi. Yaitu turunnya nilai mata uang dibanding dengan harga barang-barang yang jadi kebutuhan rakyat. Sebagai contoh, tahun 2004 harga nasi+telor di warung Tegal paling cuma Rp. 4.000. Di tahun 2010 ini nilainya jadi Rp. 6.000. Padahal banyak orang yang gajinya tidak naik selama kurun waktu tersebut. Kalau pun ada yang naik, tidak sebesar kenaikan harga barang.

Artinya jika dengan uang Rp. 360.000 orang bisa makan 90x (3x sehari) pada tahun 2004, maka pada tahun 2010 dia hanya bisa makan 60x (2x sehari) saja!

Akibat berbagai kenaikan harga barang yang sudah jadi Kebijakan Pemerintah, maka nilai rupiah terus menurun. Jika sebelum krisis moneter tahun 1997-1998 nilai rupiah adalah sekitar Rp. 2.200 per 1 US$, sekarang nilainya turun jadi Rp. 9.500 per 1 US$. Ini adalah “Kebijakan Pemiskinan Massal” melalui kebijakan kenaikan harga yang mendorong turunnya nilai rupiah atau inflasi.

Tahun 1970 Kita bisa naik haji dengan biaya Rp. 182.000. Saat itu orang yang gajinya Rp. 182.000/bulan adalah para direktur. Sekarang di tahun 2010 ini jangankan digaji Rp. 182.000. Digaji Rp. 400.000/bulan pun banyak pembantu yang ogah! Ini karena nilai rupiah yang terus turun.

Zimbabwe bahkan mengalami inflasi besar-besaran. Jika tahun 2003, 1 US$ = 697.42 Zimbabwe Dollar, tahun 2008 nilai tukarnya jadi 1 US$ = 3.333.333.333.333 Zimbabwe Dollar!

Inflasi sangat tinggi, terjadi setiap jam dan menghancurkan perekonomian Zimbabwe. Anehnya Zimbabwe sebetulnya punya kekayaan alam seperti asbes, chrom, batubara, cobalt, tembaga, emas, grafit, besi, nikel, emas, dan timah. Dengan jumlah penduduk hanya 13 juta jiwa dan luas 390 ribu km2, harusnya Zimbabwe jadi negara kaya. Namun mata uang kertas yang lemah yang ditentukan oleh para spekulan uang membuat miskin negara tersebut!

Bukan hanya uang kertas rupiah yang turun, tapi juga Dollar yang merupakan Fiat Money (tidak dijamin emas/perak) juga mengalami inflasi. Nilai 1 US$ pada tahun 1900, di tahun 2000 ini cuma jadi 0,04 US$ saja atau susut sampai 96%!

Agar nilai uang kertas yang secara riil/intrinsik nyaris tidak berharga itu (cuma senilai kertas+tinta), maka Bank Sentral mengeluarkan bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau kalau di AS namanya The Fed’s Rate (The Federal Reserve Bank’s Interest Rate) untuk mengontrol jumlah uang yang beredar. Namun pada akhirnya karena bunga harus dibayar beserta pokoknya, maka jumlah uang beredar-pun bertambah dan berakibat inflasi.

Sebaliknya, Islam biasa menggunakan emas dan perak sebagai mata uang Dinar dan Dirham. Pada zakat yang jadi patokan juga emas dan perak. Misalnya nisab emas untuk zakat adalah 85 gram emas. Bukan uang kertas, sehingga nilainya selalu relevan. Tidak terlalu kecil, tidak pula terlalu besar.

Emas dan Perak punya nilai riil dibanding kertas, lebih stabil dan lebih tahan terhadap inflasi. Contohnya, 1 Dinar (4,25 gram emas 22 karat) pada zaman Nabi bisa dipakai untuk membeli 1-2 ekor kambing. Ada satu hadits yang merupakan bukti sejarah stabilitas uang dinar di Hadits Riwayat Bukhari sebagai berikut:
Ali bin Abdullah menceritakan kepada Kami, Sufyan menceritakan kepada Kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada Kami, ia berkata, “Saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi SAW. memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi SAW. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanah-pun, ia pasti beruntung.” (H.R.Bukhari).
Saat ini pun dengan kurs 1 Dinar = Rp. 1,7 juta, Kita bisa mendapat 1 kambing besar atau 2 ekor kambing kecil. Stabil bukan?

Begitu pula stabilitas uang perak Dirham bisa kita buktikan pada surat Al-Kahfi ayat 19:
“…Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu…” (Al Kahfi 19).
Nah dengan asumsi pemuda tersebut membawa 3 uang perak/Dirham yang saat ini nilainya Rp. 40.000 dan jumlah pemudanya 5 orang, maka harga makanan per-porsinya sekitar Rp. 24.000 saja. Tidak jauh beda dengan makanan sekarang untuk kurun waktu ribuan tahun.

Ini jauh beda dengan Dollar dimana dalam kurun waktu 100 tahun saja nilainya tinggal 0,04 dari sebelumnya. Jadi jika Kita di tahun 1900 bisa beli 1 porsi makanan dengan nilai 0,25 US$ (1/4 Dollar), tahun 2000 harus US$ 10!

Jadi jika Kita menjual barang dengan uang Dinar dan Dirham, Kita tidak perlu repot menaikkan harga lagi. Sebab nilai uang Kita otomatis mengikuti nilai-nilai barang lainnya karena sama-sama barang/commodity money.

Para buruh juga tidak perlu lagi demo minta kenaikan gaji karena dengan gaji Dinar/Dirham, gaji mereka tidak digerus inflasi sebagaimana yang terjadi pada uang kertas/Fiat Money.

Sebetulnya emas dan perak sudah biasa digunakan di berbagai negara baik di Eropa dan Amerika dari sebelum kekaisaran Romawi hingga abad-19.

Penggunaan uang kertas yang tidak dijamin emas/perak biasanya karena perang seperti pada Perang Saudara di AS mau pun pada Perang Dunia. Mereka membutuhkan banyak uang lebih daripada emas dan perak yang mereka miliki. Akibatnya inflasi hebat dan depresi ekonomi melanda negara-negara tersebut.

Dengan memiliki banyak tambang emas, perak, dan tembaga, harusnya bangsa Indonesia bisa memiliki mata uang emas, perak, dan tembaga yang kuat dan stabil untuk memakmurkan rakyatnya. Tidak perlu lagi mengemis uang kertas Dollar yang sebetulnya tidak berharga kepada para investor asing dengan menggadaikan kekayaan alam, BUMN, dan perekonomian Indonesia ke pihak asing/kafir.


Beberapa Kontroversi tentang Penggunaan Uang Emas dan Perak

1. Jumlah Emas Kurang?

Ada yang menyatakan bahwa jumlah emas yang pernah ditambang dan diproduksi hanya 142 metrik ton atau senilai 4,5 trilyun US$ (jika harga emas per kg = 32.500 US$). Menurut mereka jumlah itu kurang.
Padahal jika dibagi untuk 7 milyar manusia, maka tiap manusia mendapat sekitar Rp. 5,85 juta atau 20 gram emas. Tiap keluarga (suami-istri+2 anak) berarti punya Rp. 23,5 juta.

Itu baru dari emas. Belum dari uang perak dan tembaga. Karena Islam tidak hanya memakai emas. Tapi juga perak (Dirham) dan tembaga (Fulus) untuk mata uangnya. Jika digabung dengan uang perak dan tembaga, tiap keluarga bisa memiliki uang senilai Rp. 70 juta. Itu sudah jauh dari mencukupi mengingat dalam Islam uang itu berfungsi sebagai alat tukar/jual-beli. Bukan untuk disimpan.

Stabilitas uang Dinar dan Perak sebagaimana ditunjukkan di atas, berdasarkan hukum Supply and Demand menunjukkan bahwa jumlahnya stabil/sesuai pertumbuhan jumlah penduduk. Tidak kurang. Tidak juga berlebih.

2. Membawa Uang Emas Repot dan Berat?

Ada yang bilang kalau bawa uang emas repot dan berat. Memang berapa banyak uang yang dia bawa?

Sebagai contoh, berat uang kertas sekitar 1 gram. Jadi dengan membawa 1 gram uang kertas, paling banyak Kita membawa Rp. 100.000. Sementara 1 gram emas itu harganya sekitar Rp. 450.000. Artinya jika untuk membawa uang Rp. 100 juta Kita harus membawa 1 kg uang kertas Rp. 100.000. Dengan membawa uang emas Kita cukup membawa 0,22 kg uang emas saja. Tapi jarang ada orang yang mau membawa uang Rp. 100 juta di dompetnya.

3. Emas dan Perak Tidak Cocok untuk Jadi Mata Uang?

Sebenarnya emas dan perak sudah dijadikan mata uang di berbagai dunia selama ribuan tahun. Bahkan AS sendiri menggunakan emas sebagai jaminan uang kertas mereka hingga 40 tahun lalu. Saat Presiden AS Nixon mencabut emas sebagai jaminan di bulan Agustus 1971, baru uang Dollar AS benar-benar menjadi Fiat Money. Uang kertas yang tidak dijamin emas ataupun perak. Nilainya ditentukan oleh para spekulan pasar. Jadi baru 40 tahun terakhir saja dunia hidup dengan uang kertas Fiat Money.

Celakanya kaum Yahudi melalui keluarga Rothschild dan Rockefeller memegang Bank Sentral AS The Fed, dan berbagai Bank Sentral di seluruh dunia. Dengan cara itu, mereka bisa mencetak kertas yang tidak berharga menjadi uang yang dianggap bernilai. Hanya mereka yang berhak mencetak uang. Ada pun pihak lain, meski menggunakan tinta dan kertas yang sama atau lebih mahal, tetap dianggap uang palsu dan merupakan kejahatan.

Dengan uang itu mereka membiayai kampanye para politikus/kandidat presiden sehingga bisa jadi boneka mereka. Dengan uang itu mereka bisa membeli berbagai perusahaan dan menguasai kekayaan alam di seluruh dunia.

4. Mata Uang Emas dan Perak Hanya Mata Uang Islam?

Sebetulnya mata uang emas dan perak dipakai di seluruh dunia di berbagai zaman. Bukan hanya di kalangan Muslim. Sebagai contoh di Alkitab ditulis:
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah !” (Kisah Para Rasul 3:6).
Pada beberapa versi lain, kata “Emas dan Perak” langsung diterjemahkan sebagai uang atau uang emas dan uang perak.

Di lagu “London Bridge is Falling Down” juga ditulis “Gold and Silver I have none”. Jadi emas dan perak yang merupakan logam mulia yang berharga merupakan mata uang yang universal.

Kekaisaran Romawi biasa memakai emas, perak, dan perunggu sebagai mata uang mereka. Bahkan nama uang Romawi, Denarius, mirip dengan nama uang Dinar.

5. Bagaimana dengan Negara yang Tidak Punya Tambang Emas atau Perak?

Ada orang yang menganggap penggunaan mata uang emas dan perak tidak praktis bagi negara-negara yang tidak memiliki tambang emas dan perak. Ini keliru. Buktinya negara-negara seperti Singapura dan Jepang yang nyaris tidak memiliki tambang emas dan perak, mereka tetap punya banyak emas dan perak. Wanita-wanita mereka tetap bisa mengenakan cincin dan kalung emas. Ini karena mereka bisa menjual produk/jasa yang mereka miliki sehingga mereka bisa mendapatkan emas dan perak.


Source:
http://en.wikipedia.org
http://media-islam.or.id
http://zonaekis.com

Indikator Analisa Teknikal

Beberapa perangkat analisa teknikal yang dikenal secara luas penggunaannya antara lain:
  • Average True Range: Rentang harga perdagangan harian.
  • Coppock: Edwin Coppock mengembangkan Indikator Coppock untuk satu kegunaan yaitu guna mengenali awal dari trend kenaikan pada pasar (bull market).
  • Dead Cat Bounce: Ini menggambarkan pemulihan harga sementara dari pasar atau suatu saham di tengah penurunan yang berkepanjangan atau bear market. Artinya, rebound yang dialami oleh pasar atau suatu saham setelah mengalami kejatuhan harga, sebenarnya hanya sementara karena pasar atau saham tersebut masih akan terus jatuh.
  • Prisip Gelombang Elliott dan Rasio Emas (Golden Ratio): Untuk menghitung pergerakan harga.
  • Patron Hikkake: Patron untuk mengidentifikasi pembalikan dan kelanjutan gerak.
  • Momentum: Nilai perubahan harga.
  • Grafik Poin dan Figur: Grafik yang didasarkan pada harga dengan mengesampingkan waktu.
  • Peringkat BPV: Patron untuk mengidentifikasi pembalikan dengan menggunakan indikator volume dan harga sebagai indikatornya.

Indikator yang digunakan dengan cara menumpukkannya / menggabungkannya dengan grafik harga:
  • Resisten: Area dimana terjadi peningkatan penjualan.
  • Support: Area dimana terjadi peningkatan pembelian.
  • Breakout: Sewaktu harga melewatinya dan bertahan diatas area support atau resisten.
  • Garis Trend: Lekukan garis dari support atau resisten.
  • Kanal: Sepasang garis trend paralel.
  • Pergerakan Rata-Rata: Dari suatu harga.
  • Pita Bollinger: Rentang volatilitas harga.
  • Pivot Point: Suatu perhitungan dengan menggunakan nilai rata-rata harga terendah, tertinggi dan harga penutupan.

Indikator harga yang biasanya ditempatkan dibawah grafik harga:
  • Indeks Akumulasi/Distribusi: Berdasarkan harga penutupan dari suatu rentang waktu tertentu.
  • Commodity Channel Index: Adalah indikator yang digunakan untuk mengukur berbagai harga dari rata-rata statistiknya. Nilai yang tinggi menunjukkan harga yang secara tidak normal lebih tinggi dari harga rata-rata.
  • MACD: Konverjensi/diverjensi pergerakan rata-rata.
  • Parabolic SAR.
  • Indeks Kekuatan Relatif: Osilator yang menunjukkan kekuatan harga.
  • Osilator Rahul Mohindar: Indikator untuk mengidentifikasi tren.
  • Osilator Stokastik.
  • Trix: Osilator yang menunjukkan lekukan dari 3 pergerakan rata-rata yang dikembangkan oleh Jack Hutson pada era 1980-an.

Indikator berbasis volume:
  • Arus Uang: Jumlah saham yang diperdagangkan saat harga bergerak naik.
  • On-Balance Volume: Momentum untuk membeli atau menjual saham.
  • Grafik PAC: Metode dua dimensi untuk membuat grafik volume berdasarkan peringkat.


Source:
http://id.wikipedia.org

Hipotesa Tentang Analisa Teknikal

Hipotesa Pasar Tepat Guna

Hipotesa pasar tepat guna atau dalam istilah asing dikenal dengan istilah Efficient Market Hypothesis (EMH) merupakan suatu kontradiksi terhadap ajaran "analisa teknikal" yaitu dengan prinsipnya bahwa harga di masa lampau tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga dimasa depan. Atau dengan kata lain dikatakan bahwa analisa teknikal itu tidak efektif. Eugene Fama seorang ekonom, menerbitkan suatu tulisan yang dimuat pada Journal of Finance pada tahun 1970, mengatakan bahwa "Dalam masa singkat, bukti-bukti pendukung dari model pasar yang tepat guna akan meluas dan menjadi sesuatu yang unik dalam dunia ekonomi dan sebaliknya bukti-bukti yang menentang akan semakin berkurang". Para pendukung EMH menyatakan bahwa "Apabila suatu harga dapat dengan cepat menggambarkan seluruh informasi yang berkaitan, maka tidak ada suatu metode (termasuk analisa teknikal) dapat melawan pasar.

Para ahli mengatakan bahwa EMH mengabaikan cara pasar bekerja dimana banyak investor menyandarkan pengharapannya pada keuntungan atau kinerja di masa lampau. Sebab harga di masa depan dari suatu saham dapat dipengaruhi dengan kuat oleh pengharapan/ekspektasi investor, para ahli menyatakan bahwa mengikuti pengharapan atas harga di masa lampau dapat mempengaruhi harga di masa depan.


Hipotesa Langkah Tak Beraturan

Hipotesa langkah tak beraturan atau dalam istilah asing lebih dikenal dengan istilah Random Walk Hypothesis merupakan bentuk lain dari hipotesa pasar tepat guna, yang didasarkan pada asumsi bahwa pelaku pasar sepenuhnya menggunakan semua informasi pada pergerakan harga di masa lampau (namun tidak perlu menggunakan informasi umum lainnya).

Para ahli teknikal menyatakan bahwa teori EMH dan teori langkah tak beraturan, keduanya mengesampingkan kenyataan-kenyataan yang terjadi pada pasar dimana para pelaku pasar bertindak tidak rasional dimana mereka bisa saja menjadi tamak, ketakutan berlebihan terhadap risiko, dan lain-lain. Dan pergerakan harga yang terjadi saat kini adalah bergantung pada pergerakan harga sebelumnya.


Source:
http://id.wikipedia.org

Kritik Terhadap Analisa Teknikal

Kritik atas analisa teknikal banyak dilontarkan oleh para analis fundamental yang terkenal, seperti misalnya Peter Lynch yang berkomentar bahwa "Grafik adalah sangat bagus untuk memprediksi yang lampau". Warren Buffett mengatakan bahwa "Saya menyadari bahwa analisa teknikal itu tidak berguna sewaktu Saya membalikkan grafik tersebut sehingga yang atas berada di bawah dan Saya tidak menemukan sesuatu jawaban yang berbeda, dan apabila sejarah masa lampau semuanya tercermin di situ maka yang akan menjadi orang terkaya adalah para pustakawan".

Kebanyakan studi akademis menyatakan bahwa analisa teknikal hanya memiliki kekuatan prediksi yang kecil, namun beberapa studi menyatakan bahwa analisa teknikal dapat saja menghasilkan keuntungan. Cheol-Ho Park dan Scott H. Irwin mempelajari 95 studi modern atas profitabilitas dan menyatakan bahwa "56 di antaranya ditemukan positif, 20 menghasilkan hasil yang negatif dan 19 terindikasi menghasilkan hasil campuran".

Sebuah studi yang berpengaruh dilakukan oleh Brock et al pada tahun 1992 yang menunjukkan dukungan atas teknik perdagangan dengan cara teknikal yang telah diuji untuk pengintai data dan masalah lainnya pada tahun 1999.

Sesudah itu, suatu studi perbandingan yang dilakukan oleh seorang ekonom Amsterdam bernama Gerwin Griffioen menyimpulkan bahwa: "Untuk pasar Amerika, Jepang dan beberapa pasar Eropa Barat mengindikasikan bahwa ramalan tersebut tidak menunjukkan hasil yang menguntungkan setelah mengimplementasikan sedikit biaya transaksi".


Source:
http://id.wikipedia.org

Sejarah Analisa Teknikal

Contoh tertua dari analisa teknikal adalah yang dikembangkan oleh Homma Munehisa pada awal abad ke-18 yang menggunakan teknik grafik lilin (candlestick chart) yang merupakan perangkat analisa yang utama pada saat ini.

Teori Dow adalah berdasarkan pada kumpulan tulisan dari Charles Dow yang merupakan pendiri dan editor Dow Jones, yang menjadi sumber inspirasi dari pengembangan bentuk teknikal analisis modern pada awal abad ke-19. Selain itu terdapat pula Ralph Nelson Elliott dan William Delbert Gann yang mengembangkan pula teknik mereka pada awal abad ke-20. Masih banyak lagi perangkat analisa teknikal dan teori-teori yang telah dikembangkan pada dekade ini seiring dengan bertumbuhnya penggunaan komputer sebagai alat bantu.


Source:
http://id.wikipedia.org